SuperTangkas

Minggu, 08 Januari 2017

Klarifikasi Darmin Terkait Presiden Jokowi Yang Menolak Kenaikan Tarif dari STNK Dan BPKB

https://st838.com/
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meluruskan pernyataannya yang dikutip sejumlah media terkait komentar Presiden Joko Widodo mengenai kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Darmin mengatakan banyak media menulis bahwa dirinya mengatakan Presiden Jokowi keberatan dengan kenaikan PNBP yang besarannya mencapai tiga kali lipat karena sangat memberatkan rakyat. - Agen Bola Tangkas



"Saya merasa perlu meluruskan pemberitaan ini," ucap Darmin seperti dilansir Antara Surabaya, Minggu (8/1).


Dia menegaskan pernyataannya itu ditafsirkan dan dikembangkan dengan sangat berlebihan oleh wartawan yang mewawancarainya. "Memang saya dimintai komentar oleh wartawan terkait kenaikan PNBP tapi saya sudah menolak untuk berkomentar," katanya. - Agen Tangkas Terpercaya


Mantan Gubernur Bank Indonesia ini memberikan gambaran ketika itu dirinya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, ditanyai wartawan pada hari pertama pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan PNBP. Kebetulan pada hari yang sama Presiden Joko Widodo baru saja menggelar Sidang Kabinet yang dihadiri para menteri di Istana Bogor.


Setelah menolak berkomentar, lanjut Darmin, kemudian wartawan ini bertanya, apakah Presiden Joko Widodo pernah berpesan tentang kenaikan PNBP. - Bola Tangkas Online


"Nah, kalau soal pesan Presiden yang ditanyakan ini, saya jawab memang pernah ada, yaitu Presiden berpesan agar kenaikannya tidak terlalu tinggi yang membebani rakyat," ujarnya.


Namun, menurutnya, pesan yang disampaikannya kepada wartawan itu, disampaikan Presiden jauh hari sebelum PNBP ditetapkan naik. Maksudnya, bukan pesan yang disampaikan Presiden pada waktu Sidang Kabinet di Istana Bogor. - Tangkas Asia


"Jadi waktu itu saya hanya menjelaskan secara umum bagaimana Presiden memberi pengerahan terkait kenaikan PNBP, yaitu beliau berpesan kalau tarif menyangkut rakyat banyak janganlah dinaikkan tinggi-tinggi," tuturnya.

"Tapi ditafsirkan lain oleh wartawan, yaitu diberitakan Presiden menyatakan itu di Istana Bogor, dikembangkan seolah Presiden mengomentari lagi kenapa naik," ungkapnya. - Tangkas Online


Karenanya, Darmin merasa perlu meluruskan pemberitaan ini. Darwin menambahkan pada saat itu dirinya menolak berkomentar terkait kenaikan PNBP karena belum tahu kenaikannya berapa.


"Sampai sekarang pun saya juga tidak mau berkomentar soal kenaikan PNBP. Saya hanya ingin meluruskan pemberitaan terkait pernyataan saya soal komentar Pak Presiden itu," pungkasnya. - Situs Bola Tangkas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar