Agen Bola Tangkas - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyoroti pemberitaan media
asing terkait kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno versi hitung
cepat (quick count). Pasalnya, sejumlah media asing menilai kemenangan paslon
nomor urut 3 itu lantaran didukung oleh Islam garis keras yang ada di Jakarta.
"Soal Pilkada, tadi saya ketemu wakil Presiden Amerika.
Saya bilang ndak (tidak) adil ini media luar, karena yang menang banyak
didukung oleh teman-teman dari sisi Islam malah dianggap garis keras yang
menang," kata JK di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat,
Kamis (20/4).
Agen Tangkas Terpercaya - Menurut JK, dalam pesta demokrasi tersebut yang menang
bukanlah salah satu paslon, melainkan warga Jakarta. JK melanjutkan, Anies
bukanlah bagian dari Islam garis keras.
"Saya kira Pak Anies itu paling ringan orangnya, buka
paling keras. Paling lembut di antara yang keras itu karena ada Imam yang
besar. Imam yang suka sama beliau, dianggap besar oleh pendukungnya padahal
cuma pendukung saja," tutur JK.
Bola Tangkas Online - JK menegaskan, siapapun pemilihnya tak begitu penting. Sebab
pada akhirnya, pemimpin terpilih harus memimpin rakyat dari semua golongan.
"Apakah dipilih sama yang ringan sama yang keras tak
ada bedanya karena nanti memimpin orang banyak juga," ucap JK.
Tangkas Asia - Untuk itu, dia berharap semua pihak bisa memahami bahwa
dalam berdemokrasi usai pemilihan yang menang bukanlah salah satu kandidat.
Melainkan warga yang telah dengan dewasanya untuk ikut memilih pemimpinnya
sendiri.
"Jadi mudah-mudahan dipahami karena yang menang
demokrasi harus kita hormati," pungkasnya.
Situs Bola Tangkas - Seperti diketahui, beberapa media asing menulis bahwa
kemenangan Anies dan Sandiaga versi hitung cepat adalah kemenangan Islam garis
keras. Seperti Wall Street Journal, media asal Amerika Serikat ini menulis
Anies-Sandiaga menang karena didukung Islam garis keras.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar