Berita Politik - Ekspresi Amien Rais datar. Pandangannya fokus ke naskah,
sesekali membetulkan kacamata.
Tidak ada penekanan-penekanan saat petinggi Partai Amanat
Nasional (PAN) itu membacakan naskah keterangan persnya. Semua kalimat dibaca
senada.
Usai membacakan keterangan tertulis, dia enggan menjawab
pertanyaan wartawan. Dia hanya memandang para jurnalis yang sibuk mengajukan
pertanyaan kepadanya. Tak ada senyum, tapi otot wajahnya tidak menegang.
Semuanya biasa saja.
Ya, Jumat 2 Juni 2017 pagi, Amien Rais menggelar konferensi
pers untuk menjelaskan tudingan tentang penerimaan uang dari mantan Menteri
Kesehatan Siti Fadilah Supari sebesar Rp 600 juta melalui Yayasan Soetrisno
Bachir. Uang ini ternyata terkait dengan kasus korupsi alat kesehatan (alkes).
Amien mengakui pernah menerima dana dari Yayasan Soetrisno
Bachir. Dana itu diterimanya 10 tahun lalu saat Soetrisno Bachir rajin
membiayai berbagai kegiatannya.
"Mas Tris adalah tokoh baik dan dermawan, sering
membantu. Banyak pihak mendapat bantuan dana dari Soetrisno Bachir," ujar
Amien di kediamannya di Jakarta Selatan.
Dia mengaku pernah menanyakan pada Soetrisno mengapa mantan
Ketua Umum PAN itu kerap membantunya.
"Jawabnya (Soetrisno Bachir), 'Saya disuruh ibunda saya
untuk membantu Anda'. Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat
kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar," ujar Amien
menirukan ucapan Soetrisno.
Oleh karena itu, dia mengaku tak menyangka akan
dipermasalahkan.
Kemudian, kata Amien Rais, pada 2007, ia sudah tidak
menjabat sebagai Ketua MPR. Namun bantuan Soetrisno Bachir masih terus
mengalir.

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus