Kebakaran di gedung-gedung tinggi beberapa waktu ini terus
terjadi. Setelah beberapa bulan lalu, sebuah apartemen, mal dan hotel Swiss Bel
di kawasan Kelapa Gading dilalap jago merah, kini giliran mal dan apartemen Neo
Soho di Jakarta Barat yang diamuk api. - Agen Bola Tangkas
William Baso (48) seorang konsultan dan kontraktor yang
bekerja khusus selama 20 tahun lebih dalam bidang konstruksi, plumbing,
mekanikal elektrikal gedung-gedung tinggi menyebutkan ada dua kemungkinan api
membakar dengan cepat.
"Springkel yang tak berfungsi dan
memang tak dipasangi springkel," jelas William, Kamis (10/11/2016).
Dari pengamatan William yang juga pernah mengantarkan gambar
rancang bangun dan sistem Hydrant, Plumping, serta springkel gedung Neo Soho
itu. Ternyata memang tak dipasangi springkel di balkonnya.
"Setiap gedung tinggi memang begitu, karena konstruksi
dan springkel yang rawan di balkon," terang William.
Kerawanan ini terjadi, lantaran springkel sangat sensitif
dengan suhu. Sementara suhu di balkon fluktuatif dan sulit diprediksi.
"Setiap suhu naik jadi 50 derajat celsius, springkel
otomatis pecah dan menyemburkan air. Kalau di Balkon, suhunya enggak menentu,
jadi tanpa api pun, springkel pasti pecah saat suhu di dekatnya naik menjadi 50
derajat," jelas William.
Kebakaran di gedung Neo Soho, menurut Kepala Suku Dinas
Penanggulangan Kebakaran dan Penyelematan (PKP) Jakarta Barat, Hardisiswan,
telah menghanguskan balkon dan menyambar dengan cepat balkon-balkon di lantai
atasnya.
"Kita nyisir malam itu, memang apinya nyambar tiap
balkon dengan cepat," kata Hardisiswan.
Kebakaran itu berlangsung cepat. 38 lantai hangus dalam tiga
jam. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, polisi masih mengusut
penyebab kebakaran itu. - Situs Bola Tangkas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar