Agen Tangkas Terpercaya - Ular boa asal Brasil, Corallus cropanii, merupakan salah
satu yang paling langka di dunia. Hewan yang juga dikenal sebagai Boa Cropan
itu, terakhir kali terlihat dalam keadaan hidup pada 1953.
Namun baru-baru ini ilmuwan dapat melihat Boa Cropan itu
lagi. Ular tersebut ditangkap pada Januari lalu dan menjadi penampakan pertama
sejak 64 tahun silam.
Bola Tangkas Online - Boa tersebut ditemukan oleh penduduk pedesaan Ribeira Valley
Region dan menyerahkannya kepada ilmuwan lokal. Hal itu dilakukan sebagai
penjangkauan ekstensif yang dikoordinasi oleh para peneliti Museum of Zoology
University of São Paulo dan Butantan Institute (BI).
Dikutip dari Live Science, Minggu (19/2/2017), para ilmuwan
mengembangkan program untuk meningkatkan kesadaran lokal tentang Boa Cropan.
Hal tersebut bertujuan untuk mendidik anggota masyarakat tentang pentingnya
ekologi ular dan mendorong mereka untuk membantu ahli biologi lebih lanjut
tentang aktivitasnya.
Tangkas Asia - Faktanya, boa langka itu hampir dibunuh oleh orang yang
pertama kali memata-matainya pada Januari lalu. Namun dua orang menyadari bahwa
kelangkaan boa tersebut melalui selebaran dan poster.
Boa yang berhasil diselamatkan itu merupakan betina
berukuran 1,7 meter dengan berat 1,5 kilogram.
Tangkas Online - Boa Cropan hanya ditemukan di Hutan Atlantik, Sao Paulo,
Brasil. Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural
Resources, ular itu merupakan boa yang mungkin paling langka di Bumi saat ini.
Organisasi itu mengklasifikasikan Boa Cropan "terancama
punah" karena habitatnya terbatas dan telah mengalami pengurangan
kualitas. Meski populasi Boa Cropan belum diketahui, namun kelangkaan itu
menjadi petunjuk bahwa tidak banyak ular tersebut yang ditemukan di alam liar.
Tangkas Asia - Sebelumnya Boa Cropan belum pernah diamati di alam liar.
Namun ular betina yang ditemukan baru-baru ini akan dilepaskan, dengan terlebih
dahulu ditanamkan pemancar radio ditubuhnya. Hal tersebut dilakukan agar
ilmuwan mendapat lebih banyak petunjuk tentang bagaimana ular tersebut bertahan
hidup di habitat mereka.
"Ular tersebut dipelajari untuk menemukan informasi
lebih lanjut tentang biologi dan kebiasanyaa. Karena sebelumnya tak pernah
diamati di alam, kita tidak memiliki banyak informasi tentang
perilakunya," ujar seorang ahli biologi di Butantan Institute, Livia
Correa, kepada Carta de Noticias.
Situs Bola Tangkas - "Ular itu akan dilepaskan ke habitat alaminya dengan
dilengkapi peralatan radio yang akan memungkinkan pelacakan di alam dan
mentransmisikan informasi kepada peneliti," ujar Correa.

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus