Agen Bola Tangkas - Penyelidik menggerebek rumah calon presiden Prancis dari
Partai Konservatif, Francois Fillon. Penggeledahan tersebut merupakan bagian
dari investigasi adanya dugaan pekerjaan palsu yang diberikan kepada istrinya.
Namun Fillon menyangkal telah melakukan pelanggaran. Ia pun
bersumpah tetap melanjutkan kampanye presidennya, meski tekanan memintanya
mundur terus bertumbuh.
Agen Tangkas Terpercaya - Sebelum skandal tersebut muncul, Fillon dinilai sebagai
sosok yang akan memenangkan pemilhan presiden. Namun saat ini angka jajak
pendapatnya mengalami penurunan.
Akhir-akhir ini keluarga Fillon didera sejumlah tuduhan,
terutama kepada istrinya Penelope.
Bola Tangkas Online - Surat kabar Le Canard Enchaine menuduh bahwa Penelope telah
dibayar sebesar 831.400 euro selama beberapa tahun untuk bekerja sebagai
asisten parlemen Fillon dan penggantinya. Namun, Penelope tidak memiliki
parliamentary pass atau izin masuk ke parlemen, sehingga muncul pertanyaan
apakah dia telah melakukan pekerjaan sesuai dengan apa yang telah dibayar
kepadanya.
Dikutip dari BBC, Jumat (3/3/2017), penggerebakan yang
dilakukan 2 Februari 2017 pagi itu dilakukan saat Fillon mengunjungi pabrik
pembuat anggur di Prancis selatan. Pada bulan lalu, kantor parlemennya telah
diperiksa.
Tangkas Online - Banyak pihak melihat bahwa operasi tersebut sebagai tanda
bahwa skandal itu benar-benar menghalangi Fillon untuk berkampanye.
Untuk pertama kalinya sejak skandal itu muncul sebulan lalu,
ada perselisihan terbuka di jajaran tentang pencalonannya. Senior Partai
Republik telah mengumpulkan dukungan untuk mantan Perdana Menteri Alin Juppe
(71) yang dikalahkan Fillon dalam pemilihan pendahuluan.
Tangkas Asia - Pada 1 Maret 2017 lalu, Francois Fillon mengaku telah
dipanggil untuk menghadap hakim atas kasus tersebut.
Ia pun menyebut dirinya merupakan korban dari
"pembunuhan politik" dan bersumpah untuk melanjutkan kampanyenya
sebagai presiden, meski sebelumnya berjanji akan mundur jika kasusnya dibawa ke
penyelidikan resmi.
Tangkas Terpercaya - Menindaklanjuti pengumuman yang disampaikannya itu, beberapa
sekutu kunci mengundurkan diri, termasuk juru bicara urusan luar negeri dan
wakil direktur kampanyenya.
Fillon akan muncul di pengadilan pada 15 Maret mendatang,
hanya dua hari sebelum batas akhir kandidat menyerahkan aplikasinya.
Situs Bola Tangkas - Putaran pertama Pemilihan Presiden Prancis berlangsung pada
23 April, diikuti dengan run-off pada 7 Mei.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar