Berita Terbaru - Mendapatkan intimidasi dari orang yang tidak dikenal, Dokter
Fiera Lovita akhirnya telah meninggalkan kota Solok, Sumatera Barat. Intimidasi
yang terjadi terhadap dirinya tersebut setelah dia mengunggah sebuah status di
laman facebook pribadinya yang dimana apa yang dipostingnya tersebut berkaitan
dengan Rizieq Shihab yang dimana merupakan pimpinan Front Pembela Islam atau
FPI.
Dokter Fiera sendiri mendapat pengawalan dari polisi serta
seorang dari Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau Banser yang diantar
hingga ke bandara.
"Saya dikawal dari Polres Kota Solok kemudian berlanjut
pengawalan kepolisian di daerah berikutnya. Total ada tiga kali kami berganti
mobil," ungkap Dokter Fiera.
Setelah tiba berada di bandara daerah yang dituju, seorang
Banser kembali mengawal dokter Fiera. Namun dia tidak bersedia untuk menyebut
nama daerah yang ditujunya.
"Pastinya sekarang saat ini saya hanya ingin bisa
menenangkan diri terlebih dahulu. Saya belum berpikir untuk mencari pekerjaan
baru ataupun menetap. Yang terpenting adalah saya keluar terlebih dahulu dari
Solok. Saya ingin menenangkan diri dan jauh dari pihak yang mengintimidasi,"
ungkapnya.
Tidak lupa Dokter Fiera mengucapkan terima kasih kepada
pihak kepolisian yang sudah mengawal dan mengantarkannya sampai ke tempat yang
aman.
Pada tanggal 19 sampai 21 Mei 2017 kemarin, Fiera sempat
mengunggah status di akun media sosialnya yang kemudian akhirnya memicu
tindakan intimidasi terhadap dirinya. Berikut isi dari statusnya di media
sosial tersebut :
"Kalau tidak salah, kenapa kabur? Toh ada 300 pengacara
n 7 juta umat yg siap mendampingimu, jgn run away lg dunk bib"
"Kadang fanatisme sudah membuat akal sehat n logika tdk
berfungsi lagi, udah zinah, kabur lg, masih dipuja & dibela"
"masi ada yg berkoar2 klo ulama mesumnya kena fitnah,
loh...dianya kaburr, mo di tabayyun polisi beserta barbuk ajah ga berani"
Status status yang diunggahnya tersebut dianggap sudah
menghina para ulama dan juga Islam. Dimana kemudian, menimbulkan kemarahan dari
sekelompok orang. Dia pun sempat didatangi langsung, kemudian mendapat teror
lewat telepon serta media sosial. Dia juga sempat diminat untuk menulis surat
pernyataan dan juga permintaan maaf beserta materai.
Fiera sendiri hanya tinggal bersama dengan dua orang anaknya
yang masih berusia 8 tahun dan 9,5 tahun. Ketika dihubungi pada Sabtu 27 Mei
2017 kemarin, terkait dengan kasus yang dialaminya tersebut, dokter tersebut
menjawab, "Semua sudah selesai dan saya masih berada di Salak."
Dalam surat yang saat ini beredar di media sosial, Dokter
Fiera sempat menyatakan "Atas berbagai pertimbangan di atas yaitu
keselamatan saya dan anak-anak saya serta tidak adanya pihak yang akan
melindungi saya di sini, ditambah suasana di lingkungan pekerjaan yang sudah
tidak nyaman lagi, saya memutuskan untuk berkeinginan keluar dari Kota Solok,
Sumatera Barat ini."
Selanjutnya dia juga menyampaikan "Saya tidak mempunyai
pilihan lain lagi, dan menurut beberapa pihak yang saya ajak berkonsultasi,
pindah adalah solusi pilihan terbaik untuk situasi dan keadaan saya ini."
Baca juga lainnya : Cara Mudah Untuk Bisa Tampil Keren

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus