SuperTangkas

Minggu, 28 Mei 2017

Berita Terbaru - Memasuki Bulan Ramadan Irak Masih Menyerang ISIS, Jendral Shaaban Nasiri Gugur Di Mosul

Berita-Terbaru-Memasuki-Bulan-Ramadan-Irak-Masih-Menyerang-ISIS-Jendral-Shaaban-Nasiri-Gugur-Di-Mosul


Berita Terbaru - Salah satu petinggi dari Garda Revolusi Iran yakni Jendral Shaaban Nasiri dikabarkan telah tewas ketika bertempur melawan militan dari Negara Islam Irak dan Syam atau ISIS pada Sabtu kemarin. Dikabarkan Nasiri tengah berada di bagian sebelah barat dari kota Mosul, Irak dimana dia tengah memimpin pasukannya yakni Pasukan Pergerakan Popular dan kini sedang terjadi baku tembak di daerah tersebut.

Kabar dari sumber, Nasiri serta pasukannya sedang dalam misi untuk membebaskan Distrik Al-Ba'aj di bagian sebelah barat dari kota Mosul. Nasiri dan juga para pasukannya berusaha untuk merebut distrik tersebut dari tangan ISIS. Pada saat itulah Nasiri tewas.

Seperti apa yang dilansir dari halaman resmi Al,Arabiya pada Minggu (28/05/2017), Nasiri merupakan salah satu tokoh yang cukup disegani oleh Garda Revolusi Iran. Selain itu dia juga merupakan salah satu orang yang membantu dalam mendirikan kelompok milisi Badr Irak di tahun 1980-an untuk berperang melawan Saddam Hussein ketika itu. Sepak terjangnya sendiri tersiarkan sampai ke Libanon saat perang saudara yang terjadi di negara tersebut.

Pasukan Iran sendiri sejak dari kemarin masih terus menggempur basis dari pertahanan terakhir dari ISIS yang terletak di Mosul. Pertempuran hebat tersebut sudah berlangsung dan berjalan selama tujuh bulan dan kini sedikit demi sedikit sudah hampir berakhir.

Meski saat ini telah masuk dalam bulan Ramadan, namun pasukan Iran masih tetap bertempur untuk merebut kembali markas militan tersebut. Pertempuran yang terjadi kemarin ditargetkan untuk bisa membebaskan tiga wilayah.

"Pasukan Angkatan Darat Irak mencoba menggempur Al-Shifaa serta Rumah Sakit Umum. Polisi federal juga turut melancarkan serangan ke Al-Zinjili sementara satuan kontra teroris menyerbu Al-Saha al-Oula," kata Komando Operasi Terpadu dalam keterangannya yang dilansir di halaman resmi Al-Jazeera. Semua wilayah tersebut berada di daerah tepi barat dari Sungai Tigris.

Ketiga daerah tersebut menjadi penyangga terakhir sebelum nantinya pasukan bisa bergerak masuk menuju ke sarang ISIS yang terletak di Kota Tua Mosul. Karena kondisi daerah tersebut padat, maka taktik yang digunakan adalah perang kota. Karena jalan di tiga daerah tersebut sempit serta bangunannya yang berdempetan. Untuk bisa merebut daerah tersebut, diperhitungkan butuh waktu berhari-hari apalagi perlawanan dari ISIS juga tampak sengit.

Nasib dari warga sipil yang berada di Mosul juga sungguh memprihatinkan. Oleh karena situasi yang kini semakin memburuk, dari kabar yang diterima ada 200 ribu warga yang masih tersisa akan segera mengungsi. Sebelumnya ada lebih dari 700 ribu jiwa yang memilih untuk meninggalkan daerah tersebut ketika ISIS mendeklarasikan diri. Peperangan tersebut juga telah menelan ratusan korban jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar